Vaksinasi Human Papiloma Virus (HPV)
Vaksin HPV atau imuniasasi HPV adalah jenis vaksin yang melindungi tubuh manusia dari infeksi Human Papillomavirus (HPV). HPV merupakan kelompok lebih dari 200 virus, yang menyebar melalui kontak seksual langsung.
Dua jenis virus HPV menyebabkan kutil kelamin, dan banyak dari jenis HPV dapat menyebabkan jenis kanker tertentu. Misalnya, kanker serviks, anal, orofaringeal, penis, vulva, dan vagina.
World Health Organization (WHO) merekomendasikan untuk memasukkan vaksinasi HPV dalam program imunisasi dasar. Vaksin ini membantu untuk mencegah dan menurunkan kejadian kanker genital, khususnya kanker serviks, meskipun tidak dapat mengobati infeksi HPV secara keseluruhan.
Vaksin HPV menjadi rekomendasi bagi anak laki-laki maupun perempuan yang memasuki masa remaja. Selain itu, orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksinasi HPV atau baru menerima sebagian juga sebaiknya melakukan vaksin ini.
Tujuan Vaksinasi HPV
Vaksinasi HPV adalah vaksinasi yang berupaya menghentikan penyakit yang terjadi karena virus HPV (Human Papillomavirus). Virus ini dapat menyebabkan kutil kelamin, anus, kanker vagina, kanker vulva, kanker serviks, dan kanker vagina pada wanita.
Sementara itu, pada pria, virus HPV dapat menyebabkan kutil penis, kanker anus, dan kanker penis. Kanker mulut dan tenggorokan juga terkait dengan beberapa jenis virus HPV.
Vaksinasi HPV sendiri dapat mencegah beberapa jenis kanker, seperti kanker serviks, vagina, vulva, anus, penis, mulut, dan tenggorokan. Selain itu, mendapatkan vaksinasi ini juga membantu mencegah kutil kelamin.
Sementara itu, kelompok usia yang bisa mendapatkan vaksin ini, yaitu:
Anak-anak
Vaksinasi HPV akan bekerja lebih optimal apabila pemberiannya sebelum terkena virus HPV atau ketika masih usia anak dan belum berhubungan seksual secara aktif.
Inilah sebabnya, usia paling ideal untuk mendapatkan vaksin ini adalah mulai dari 9 sampai 14 tahun. Khusus untuk anak, pemberiannya sebanyak dua kali dengan interval antara 6 sampai 12 bulan.
Remaja dan dewasa
Selanjutnya, pemberian vaksin pada orang dewasa yang belum pernah mendapatkan atau belum menerima vaksin lengkap saat usia anak. Pemberiannya mulai dari remaja berusia 15 tahun sampai dewasa berusia 26 tahun.
Sementara itu, orang dewasa yang berusia antara 27 sampai 45 tahun juga dapat memperoleh vaksin ini. Namun, pastikan untuk berdiskusi dengan dokter lebih dahulu. Sebab, pemberian vaksin ini bisa untuk usia dewasa yang sudah aktif secara seksual atau menikah.
Meski begitu, Vaksinasi HPV bukan menjadi pengganti kondom yang bisa memberikan perlindungan pada tubuh dari bahaya infeksi menular seksual seperti hepatitis B atau HIV/AIDS.
Lalu pemberian vaksin untuk usia remaja dan dewasa adalah 3 kali. Pemberian vaksin kedua adalah 1 sampai 2 bulan setelah vaksin pertama, dan vaksin ketiga setelah jeda 6 bulan dari vaksin kedua.
Prosedur Vaksinasi HPV
Di Indonesia, ada dua jenis vaksinasi kanker HPV yang membantu mencegah kanker serviks, bivalen dan tetravalen.
Vaksinasi bivalen mencakup dua virus HPV, tipe 16 dan 18, yang mampu mencegah kanker serviks.
Sementara itu, jenis tetravalen dari HPV memiliki empat virus yang berbeda, tipe 6, 11, 16, dan 18, Empat jenis virus dalam vaksinasi HPV berguna untuk melawan kanker serviks dan kutil kelamin.
Dosis tunggal vaksinasi HPV sudah cukup dalam mencegah kanker serviks. Oleh karena itu, pemerintah membuat kewajiban untuk vaksinasi HPV, terutama kepada perempuan.
Beli Vaksin? Silahkan klik disini