Vaksinasi Rabies
Vaksin rabies adalah tindakan imunisasi yang berguna untuk mencegah infeksi yang disebabkan oleh virus rabies. Vaksin ini mampu membuat tubuh memproduksi perlindungan sendiri atau antibodi terhadap virus rabies.
Penyakit rabies sendiri adalah gangguan yang menyebabkan infeksi serius dan seringkali fatal. Gangguan ini rentan terjadi disebabkan oleh gigitan anjing, tetapi tidak menutup kemungkinan disebabkan oleh gigitan hewan lainnya.
Tujuan Vaksin Rabies
Ada beberapa tujuan dari pemberian vaksin ini, antara lain:
- Memberikan perlindungan pada seseorang yang berisiko tinggi terpapar rabies.
- Mampu mencegah rabies jika diberikan pada seseorang yang terpapar.
- Memberikan perlindungan saat ke area yang angka penyakit rabies masih tinggi.
Manfaat Vaksin Rabies
Vaksin rabies diberikan untuk memberikan pencegahan terhadap penyakit ini. Tindakan pencegahan ini mampu merangsang tubuh untuk membentuk antibodi, sehingga dapat melawan virus rabies yang masuk ke tubuh. Antibodi bisa terbentuk setelah 7-10 hari hingga membentuk perlindungan yang utuh
Sebab, rabies termasuk penyakit serius yang dapat menyebabkan kematian. Virus ini dapat menginfeksi sistem saraf pusat. Saat infeksi dari rabies menyerang tubuh, komplikasi yang parah bisa dihindari karena pemberian vaksin ini.
Kapan Harus Melakukan Vaksin Rabies?
Perlindungan dari vaksin rabies perlu diberikan pada seseorang yang berisiko alami penyakit ini dan hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing. Pada vaksinasi ke hewan peliharaan, pemberian dosis pertama dilakukan saat hewan berusia kurang dari 3 bulan.
Untuk manusia, pemberian vaksin ini perlu dilakukan pada seseorang yang memiliki hewan peliharaan dan bekerja di sekitar hewan. Hal ini mampu menurunkan risiko terserang penyakit rabies dan berbagai komplikasi berbahaya bahkan kematian.
Prosedur Vaksin Rabies
Vaksin ini diberikan melalui suntikan ke otot (intramuskular), otot paha untuk anak-anak dan otot lengan atas pada orang dewasa. Disarankan untuk mendapatkan vaksin ini paling tidak 1 bulan sebelum melakukan perjalanan ke area yang rentan rabies.
Jika pemberian vaksin dilakukan untuk mengatasi infeksi rabies setelah terkena gigitan atau cakaran binatang, segera bersihkan luka dengan sabun dan air yang mengalir. Setelah itu, luka dibersihkan dengan alkohol dan tutup dengan perban. Setelah itu, barulah dokter memberikan vaksin rabies.
Jadwal Vaksinasi/Imunisasi
Sebelum tergigit/pencegahan: Dapat diberikan sebanyak 3 dosis, dengan pemberian pada hari ke-0, hari ke-7, hari ke -21.
Setelah tergigit/paska pajanan: Dapat diberikan sebanyak 4 dosis dalam 3 kali kunjungan, dengan pemberian pada hari ke-0 sebanyak 2 dosis, hari ke-7 sebanyak 1 dosis, dan hari ke -21 sebanyak 1 dosis.
Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi
Mengalami demam, mual, muntah, nyeri otot dan sakit kepala.
Lokasi penyuntikan akan memerah dan membengkak.
Kontradiksi
Hipersensitivitas pada salah satu komponen vaksin ini.
Memiliki riwayat alergi berat pada vaksin Rabies yang pernah dilakukan sebelumnya.
Perhatian Khusus
Apabila mengalami demam atau infeksi akut, disarankan untuk menunda vaksinasi.
Vaksin ini tidak boleh diberikan pada 1 titik suntik yang sama.
Untuk individu yang terpapar vaksin ini secara terus menerus perlu mendapatkan pemeriksaan serologi Rapid Fluorescent Focus Inhibition Test.
Beli Vaksin? Silahkan klik disini