l
Boulevard Orlin Arcade 2 JB03, Paku Jaya, Serpong Utara helo@vaksinasi.my.id
blog

Vaksinasi Pneumonia

Pneumonia adalah penyakit infeksi yang perlu diwaspadai, terutama jika menyerang anak-anak. Pasalnya, menurut World Health Organization (WHO), pneumonia menjadi salah satu penyebab kematian terbesar pada anak-anak di seluruh dunia. Pada tahun 2019, pneumonia menyebabkan 740.180 kasus kematian pada anak berusia di bawah 5 tahun.

Maka dari itu, vaksin pneumonia menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko terjadinya pneumonia pada anak. Selain mencegah terjadinya pneumonia pada anak, manfaat vaksin pneumonia untuk anak juga dapat meminimalkan risiko terjadinya berbagai penyakit lain, seperti meningitis, bakteremia, hingga sepsis yang berpotensi mengancam nyawa.

Jadwal Pemberian Vaksin Pneumonia untuk Anak
Seperti yang telah dijelaskan bahwa vaksin pneumonia menjadi salah satu jenis vaksin yang termasuk dalam daftar imunisasi lengkap anak. Adapun jenis vaksin pneumonia yang umum diberikan untuk anak-anak berusia kurang dari 2 tahun atau anak usia 2 tahun ke atas dengan kondisi medis tertentu adalah pneumococcal conjugate vaccine (PCV, terutama PCV13).

Pemberian vaksin pneumonia untuk anak umumnya diberikan dengan jadwal seperti berikut ini.

  1. Dosis pertama: Berusia 2 bulan.
  2. Dosis kedua: Berusia 4 bulan.
  3. Dosis ketiga: Berusia 6 bulan.
  4. Dosis keempat (booster): Usia 12–15 bulan.

Anak berusia 2–18 tahun juga disarankan untuk memperoleh vaksinasi pneumonia tambahan jika mengalami kondisi medis tertentu, misalnya menderita kelainan kongenital, kelainan darah, HIV/AIDS, dan lain sebagainya.

Efek Samping Vaksin Pneumonia untuk Anak
Pada dasarnya, vaksinasi pneumonia adalah jenis vaksin untuk anak yang tergolong aman. Namun, seperti jenis vaksin pada umumnya, vaksinasi pneumonia dapat menimbulkan sejumlah efek samping pada si kecil, seperti:

  1. Demam dan menggigil.
  2. Rewel.
  3. Penurunan nafsu makan.
  4. Bengkak, kemerahan, dan nyeri di area bekas suntikan.
  5. Nyeri otot dan sendi.
  6. Nyeri kepala.

Meski demikian, efek samping yang muncul cenderung bersifat ringan dan dapat mereda dengan sendirinya selama beberapa hari. Untuk mempercepat proses pemulihan efek samping vaksin pneumonia, orang tua dapat melakukan perawatan mandiri untuk anak, di antaranya:

  1. Meletakkan kompres dingin pada area bekas suntikan.
  2. Mencukupi kebutuhan cairan tubuh anak, baik dengan ASI maupun air putih.
  3. Mengenakan pakaian yang nyaman untuk anak.
  4. Jika diperlukan, orang tua dapat memberikan obat penurun panas pada si kecil sesuai dengan anjuran dokter.

Manfaat Vaksin
1. Vaksin ini berfungsi untuk mencegah Infeksi Pneumokokal yang disebabkan oleh 15 jenis bakteri Pneumokokus yang menginfeksi saluran pernapasan terutama alveolus (serotipe 1, 3, 4, 5, 6A, 6B, 7F, 9V, 14, 18C, 19A, 19F, 22F, 23F & 33F).
2. Penularan bakteri ini melalui kontak erat dengan penderita.
3. Bakteri ini dapat menginfeksi telinga (otitis media), paru-paru (pneumonia), bakteremia/sepsis, dan radang      selaput otak (meningitis). 

Jadwal Vaksinasi/Imunisasi
Anak-anak: Untuk anak-anak, vaksin diberikan 1 dosis pada umur 2, 4, dan 6 bulan.
Kemudian perlu booster pada umur 12-15 bulan.
Dewasa & Lansia: Untuk orang dewasa & lansia, cukup diberikan sebanyak 1 dosis untuk seumur hidup.
Jika sudah mendapat vaksin PCV15, maka diberikan interval 8 minggu untuk vaksinasi PPSV23.
Jika sudah mendapat vaksin PPSV23 ,maka dapat diberikan interval 1 tahun untuk vaksinasi PCV15.

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi
Mengalami demam, anak menjadi rewel, menurunnya nafsu makan, nyeri otot
Lokasi penyuntikan akan terasa nyeri dan membengkak.

Kontradiksi
Hipersensitivitas pada salah satu komponen vaksin ini.
Memiliki riwayat alergi berat pada vaksin Pneumonia dan vaksin Difteri Toxoid yang pernah dilakukan sebelumnya.

Perhatian Khusus
Apabila belum diberikan pada anak berumur 7-12 bulan, maka diberikan PCV15 perlu diberikan 2 kali dengan jarak 1 bulan, serta booster setelah berumur 12 bulan dengan jarak 2 bulan setelah dosis sebelumnya.
Apabila belum diberikan pada anak berumur 1-2 tahun, maka PCV15 perlu diberikan 2 kali dengan jarak minimal 2 bulan.
Apabila belum diberikan pada anak usia 2-5 tahun, maka PCV15 perlu diberikan 1 kali.

Beli Vaksin? Silahkan klik disini

Link Informasi

Atas
Please do not copy paste! Thanks